Friday, May 18, 2007

Bahasa Tulisan

Berawal dari posting-an cerita akhir pekan pada salah satu milist yang saya ikuti, posting-an tersebut kemudian mendapat kritik "tajam" dari salah satu anggota milist. Kritik pun mendapat respon dari anggota lainnya. Berlanjut dan berlanjut, hingga suasana milist menjadi cukup "panas"X(. Cooling down mulai terasa saat salah satu anggota (yang ikut membela penulis cerita) ingin undur diri dari milist dengan alasan agar tidak terjadi kekacauan yang lebih besar lagi.

Seketika posting-an di milist pun berganti menjadi untaian kata yang menunjukkan empati. Empati buat anggota yang ingin undur diri tadi. Semua menyayangkan keputusan itu dan berusaha mencegahnya. Saya kurang tahu ending masalah ini karena yang bersangkutan sendiri, beberapa hari ini ga muncul di milist.
*****

Berkomunikasi di dunia maya, mungkin sebagian besar kita lakukan dengan bahasa tulisan. Mungkin sesekali ada juga yang berkomunikasi dengan bahasa lisan tetapi tidak sebanyak bahasa tulisan. Apa yang disampaikan melalui tulisan kadang kala bisa menghasilkan beda persepsi antara penulis dan pembaca. Sepanjang perbedaan persepsi tersebut masih bisa diatasi, tentu tidak akan jadi masalah. Namun bila perbedaan itu ditanggapi dengan emosi yang sedang tidak stabil, bisa-bisa jadi berabe....:-? Ujung-ujungnya malah berantem. Kan kacau tuh?!

Itulah kejadian di milist (yang saya ikuti tersebut). Kejadian itu mengingatkan saya, mungkin saja tulisan-tulisan saya (baik yang di-posting di blog ini maupun media lain) pernah menyinggung atau juga membuat blogers yang setia mengunjungi blog ini jadi tak enak hati. Untuk semuanya itu, dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf yang sebesar-besarnya@};-@};-. Saya menulis tak ada maksud untuk menyakiti hati orang lain. Saya menulis hanya ingin berbagi info, pengalaman, cerita dan apa yang pernah terbersit di pikiran saya.

Have nice week end guys! For everybody in the homeland, have nice long week end! :x<:-P

8 comments:

Ryuta Ando said...

Iya ya benar..kadang tulisan aja suka membuat kita agak gimana gitu..abis kan kita nggak bisa bertatap muka, nggak tau itu intonasi ramah atau marah. ya sudahlah..saya maaf kan atas kesalahan yang tidak pernah anda buat..hehehe..Happy wiken juga..

Ummu Aisyah said...

Iya itu yg sempat terjadi,tp klo mmg yg koment berwujud pake nama gk bertopeng gitu bisa dimaklumi...tp mmg itu suak dukanya, klo ve belajar dri pengalaman...skrg mah harus selektif...biar didunia maya..tp lebih baik utk kenyamanan kita dri pada membuat ketidak enakkan hati ...Sama2 sih mba sinta...Semoga dgn hubungan dunia maya ini semakin mempererat kita dalam berlomba2 utk kebaikan...bukan utk menghujat,mencaci dan memaki. Kiss from Aisyah.

Happy weekend yah...
Salam hangat dri kami

Niken said...

salam kenal juga dari Kashiwa. Kyknya aku jg ikutan milis itu deh, tp jrg menyimak jd ga tau asal muasal masalahnya. Tapi..emang ga gampang bikin tulisan ya, salah dikit bisa menyinggung perasaan org lain. mknya bikin postingan blog jg ga pinter2 nih..

putri said...

Emang sih kata2 suka tanpa intonasi...., bisa jadi bikin tersinggung. Yg tersinggung ya bilang aja terus terang, yg membuat tersinggung ya jgn segan meminta maaf :D

Malam minggu ini gak bikin apa2. Capek banyak yg harus dilakukan hehe... Met weekend ya..

Elvi said...

Wah...wah...wah...aku ketinggalan nih! Dimana pulak ada perang di milis atau di blog yach?! Anyway...setiap kata yang terlontar, setiap tulisan yang terpublish bukan milik kita lagi. Maka hati-hatilah memilih perkataan... Kadang pembaca lupa blog ini hanyalah jurnal pribadi seseorang yg dionline, kadang yang nulis lupa byk org yg baca atau yang baca lupa yg nulis maksudnya utk dia sendiri aja ga maksud utk nyakiti hati siapa-siapa...kebetulan aja ada yg baca sehingga banyak hati yg t'singgung dan byk perasaan yg terluka. Karena itu...saling memaklumi dech...saling maapin dech...namanya juga yg nulis amatiran yg tulisannya ga bisa dimuat di koran ha ha ha... makanya pelariannya ke blog...ya kan?!

Azzah said...

iya benar, tulisan bisa beda pemahaman dikita dan di orang lain, bahasanya mungkin ya :), sama2 orang indo-nya padahal, bahasa indonesia juga, mungkin karena dipengaruhi oleh bahasa ibu masing2.
pengalaman saya dengan manager saya sering begitu lho sin:), sama teman juga pernah.

nice touch deh Jeng ! salut ! plokplok

Muhammad Ilham said...

Hehehe, kadangkala apa yang ingin kita ingin sampaikan memang disalahartikan oleh orang lain. Tapi selama niat kita mmng bukan untuk hal yang jelek danjahat, insya Allah menurut ilo nda apa2 kok mbak :D
Keep writing saja, hehehe

salam,
ur bro [Muhammad Ilham]

Emaknya Hikari said...

iya, saya pernah tuh nulis di blog. ternyata banyak yang salah paham, akhirnya saya malah kayak dibenci gitu,, hiks.. padahal maksudnya gak gitu, tapi dianggepnya gitu..

mau njelasin ke yang kirim comment, ada yang pake anonymous pula.. asli bingung abiss, mbak..

kapok deh..