Tuesday, October 20, 2009
Makanan Pendongkrak Imunitas
Hidup sehat bukan berarti harus mengeluarkan biaya mahal untuk menjaga kesehatan. Dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari juga bisa meningkatkan ketahanan tubuh.

1. Yoghurt

Probiotik, atau bakteri baik yang terkandung dalam yoghurt menghasilkan antibiotika alami yang membantu keutuhan mukosa usus, proses metabolisme, serta meningkatkan kekebalan tubuh.

2. Oatmeal
Oatmeal dan juga gandum mengandung beta-glucan, jenis serat yang berperan sebagai antimikroba dan antioksidan. Selain meningkatkan antibodi tubuh, konsumsi makanan ini akan mempercepat proses penyembuhan dan membantu antiobiotik bekerja lebih baik.

3. Bawang putih
Berbagai literatur merekomendasikan bawang putih sebagai jenis bahan makanan yang bermanfaat untuk kesehatan. Bawang putih mengandung allicin yang efektif melawan infeksi dan bakteri. Sebuah studi juga menunjukkan orang yang rutin mengonsumsi bawang putih risikonya 30 persen lebih rendah terkena kanker usus besar.

4. Ikan
Selenium yang banyak terdapat pada hasil laut, seperti kerang, lobster, kepiting, atau ikan, akan membantu sel darah putih memproduksi protein sitokin yang akan mengusir virus flu keluar dari tubuh. Ikan salmon, makarel, atau ikan laut dalam lain kaya akan omega-3 yang efektif mengurangi inflamasi, meningkatkan sirkulasi dan melindungi paru-paru dari infeksi.

5.Teh
Orang yang minum 5 cangkir teh hitam setiap hari selama dua minggu diketahui memiliki interferon 10 kali lebih tinggi dalam darahnya dibanding orang yang tidak minum teh. Interferon adalah pelawan virus. Selain itu, teh juga mengandung asam amino L-theanin, yang bertanggung jawab untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Theanin ini ditemukan pada teh hijau atau teh hitam.

Sumber :Kompas

Labels:

posted by Shinta at 2:49 PM | Permalink | 1 comments
Wednesday, September 16, 2009
Berpuasa
"Kok ga makan?" Murakami san menyapa saya saat istirahat siang.
"Saya puasa."
"Ooo...puasa. Berhubungan dengan agama dan Tuhan ya?!" Dia bertanya lagi.
"Iya betul."
Orang Jepang juga mengenal aktivitas puasa. Biasanya dilakukan oleh biarawan atau biarawati. Hanya saja tidak sebulan penuh seperti umat Islam.

"Puasanya hari ini saja kan?!"
"Tidak, tapi selama satu bulan penuh." Saya yakin akan ada pertanyaan berikutnya.
"Hhaahh... satu bulan?!" Ekspresi keterkejutan terpancar jelas dari matanya yang membesar. " Apa badanmu nanti ga sakit? Bagaimanapun, tubuh kan butuh kekuatan dari makanan kan?! Dan kamu tetap beraktivitas seperti biasanya!" Pertanyaan beruntun seperti ini sudah saya duga akan keluar.
"Aah... tidak apa-apa. Berpuasa kan saat siang, kalau malam bisa makan seperti biasa. Saya sudah berpuasa sejak umur 8 tahun lho... Kamu lihat sendiri kan, sampai sekarang saya baik-baik saja?!" Saya mencoba menghapus kekhawatiran di wajahnya.
"Wah, rasanya susah dipercaya. Satu bulan berpuasa dengan aktivitas yang tidak berubah, tapi kondisi tubuh tetap baik-baik saja." Keheranan terpancar jelas dari wajahnya.

Hmm... Sepertinya saya harus menjelaskan secara logis, agar dia tidak memandang puasa sebagai rutinitas keagamaan yang tak masuk di akal.
"Ya, untuk beraktivitas kita memang butuh tenaga. Di beberapa bagian tubuh kan ada penumpukan lemak. Saat tidak ada makanan yang masuk, tubuh akan menggunakannya sebagai sumber tenaga. Penumpukan lemaknya akan berkurang, bisa menyehatkan badan kan?!" Mungkin saja dengan penjelasan seperti ini bisa diterima logikanya.

"Haa... masih susah saya percaya. Yang saya bayangkan, kalau tidak makan badan akan lemas dan tidak kuat bekerja." Raut tak percaya terpancar dari wajahnya.
"Ya sudah, bagaimana kalo kamu mencoba berpuasa saja?" Sambil tersenyum saya coba menantangnya. "Saya saja sudah melakukannya sejak kecil lho..."
"Aaa... Tidak, tidak. Rasanya saya tidak akan kuat seperti kamu." Dia tertawa sambil menggelengkan kepalanya.

Labels: ,

posted by Shinta at 12:46 PM | Permalink | 7 comments
Wednesday, July 22, 2009
Award dari Nana
Yuhuu... ada award nih. Kali ini dapat dari Nana.... Tkanx ya Na...

Berikutnya award ini saya teruskan buat Umi Rina dan Bunda Kayla. Diambil ya...

Labels:

posted by Shinta at 3:26 PM | Permalink | 1 comments
Saturday, July 04, 2009
You Are...
It was a glance when we first met
You surprised us with your gift at the second time
You even didn't mind when my kids called you 'Bunda'...

It was a very tough days
But you've made it easier
That you showed us how to through it all

Even when we felt all alone and lonely
You've made it full-surrounded
You've made it even comfort day by day

You, there's no matched words to figure you out
You, there's no perfect ways to pay you back
And with you, I found 'the heart-connection'

Just a simple wish,
May you will always in Allah's faith
May you will always be my 'Sister'
Here and after...

Especially for you, "Hontoni arigatou gozaimashita!!!"

Seorang sahabat (lebih dari sahabat, saudara mungkin lebih tepat), membuat puisi spesial itu. Yah, seperti juga dirinya dan anak-anaknya yang juga mendapat tempat spesial di hati saya.
Jazakillah khoir untuk persahabatan dan persaudaraan yang begitu indah ini, smoga Allah mempertemukan kita lagi ya...

"......Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mengetahui bahwa hati ini telah bersatu padu dalam cinta kepada-Mu. Maka kokohkanlah ikatan hati ini ya Allah, abadikanlah kemesraannya, penuhilah seluruh hati ini dengan cahayaMu yang tak pernah padam...."

Labels: ,

posted by Shinta at 9:48 AM | Permalink | 1 comments